article-image

Sumber : https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/Event_2555743cdd.png

Halo sobat tania, pada tanggal 12 September 2020 yang lalu Neurafarm mengadakan Tanya Tania LIVE yang kedua dengan judul "Ekoenzim dan Permakultur" yang dibawakan oleh narasumber Pak Luki L. Santoso selaku Founder Rumah Kayu Permakultur. Pada awalnya Pak Luky mendirikan Rumah Kayu Permakultur. Tahun 2010 silam Kang Luki didiagnosis penyakit autoimun, sehingga beliau harus keluar dari pekerjaan beliau saat ini, kemudian beliau berinisiatif untuk hidup mulai hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bebas bahan kimia, beliau menerapkan sistem budidaya organik di kebun rumahnya, alih-alih hanya menjadi kebutuhan sehari-hari lama kelamaan banyak orang yang mengunjungi karena tertarik terhadap sistem pertanian yang beliau terapkan lalu terbentuklah Rumah Kayu Permakultur. Setelah beberapa tahun menjalani pola hidup sehat dan berkeyakinan bahwa makanan yang sehat merupakan obat yang terbaik, pada beberapa tahun terakhir beliau dinyatakan sembuh dari penyakit autoimun.

Pada dasarnya permakultur sendiri merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan antara tumbuhan, hewan, bangunan, manusia dan komunitas. Konsep yang diterapkan adalah kita bisa hidup selaras dengan alam seperti contoh dengan mengelola limbah dapur kemudian dijadikan pupuk, kemudian memanfaatkan air hujan dan kekayaan alam yang ada.

Selain pemaparan tentang permakultur, Kang Luky juga menjelaskan adanya suatu produk hasil alam yang kaya akan manfaat, yakni ekoenzim, cairan multifungsi hasil dari fermentasi sisa buah/sayuran, gula dan air. Ekoenzim baik dari segi lingkungan karena mengurangi limbah organik dan mengubahnya menjadi produk yang banyak manfaatnya. Dengan perbandingan berat 1:3:10 untuk gula, sampah organik dan air kemudian disimpan pada wadah yang tertutup rapat, lalu setelah 90 hari ekoenzim dapat digunakan, uniknya larutan ekoenzim tidak memiliki tanggal kadaluarsa. Selain bisa digunakan sebagai pupuk organik cair, bisa digunakan untuk membersihkan saluran kloset, mengusir tikus, hingga untuk perawatan kulit. Nah dari segi bahan sangat mudah ditemukan dan memiliki segudang manfaat tidak ada alasan bagi kita untuk mencoba hidup sehat dengan menggunakan produk-produk organik dan ikut serta juga untuk mengurangi sampah lingkungan.

Nah sekian untuk pembahasan ekoenzim dan permakultur, jangan lupa untuk mengikuti pembahasan ekoenzim part 2 pada tanggal 10 Oktober 2020. Yuk segera daftar pada link berikut bit.ly/TanyaTaniaLIVE3 sampai jumpa, stay safe and healthy!