
Sumber Gambar: Char Beck on Unsplash
Sobat, untuk kamu yang menanam #dirumahaja mungkin pernah terbesit pertanyaan mengenai apakah hidroponik itu organik atau tidak. Sebenarnya apakah semua sayuran hasil hidroponik itu adalah sayuran organik? Mitos atau fakta ya? Yuk kita baca ulasan lengkapnya di InfoTania kali ini! Saat-saat ini banyak sekali beredar sayuran maupun buah-buahan yang berlabel ‘organik’ yang selalu terjual habis dan digandrungi banyak orang. Contohnya seperti kangkung, beras, sawi organik, dan lain-lain. Hasil produk berlabel ‘organik’ ini dihasilkan melalui proses pertanian organik yang dianggap lebih aman dan baik bagi manusia maupun lingkungan sekitar penanaman yaitu dengan tidak menurunkan kualitas tanah, tidak menimbulkan polusi air, tidak meninggalkan residu pada tubuh dan lain-lain.
Pertanian organik adalah suatu sistem pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan tanaman dengan bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida. Sedangkan hidroponik adalah suatu sistem budidaya tanaman yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya, melainkan menggunakan serbuk gergaji, arang sekam, cocopeat, dan air sebagai medianya.
Pemenuhan nutrisi dan kebutuhan tanaman pada pertanian organik dilakukan menggunakan bahan-bahan yang alami yang ramah lingkungan, tidak menyebabkan penurunan kualitas tanah, tidak menimbulkan limbah pertanian yang dapat merusak struktur tanah dan kualitas air. Sama halnya dengan hidroponik yang memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman dengan tepat sehingga nutrisi dapat seluruhnya digunakan oleh tanaman tanpa meninggalkan residu yang dapat merusak kualitas air dan lingkungan.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada pertanian organik berasal dari pupuk organik dan hidroponik yang berasal dari nutrisi yang kita kenal dengan AB Mix. Penyerapan unsur hara oleh tanaman diserap dalam bentuk-bentuk ion yang kemudian digunakan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lalu, pada produk berlabel organik dibudidaya dengan menggunakan bahan-bahan alami dalam mengendalikan hama dan penyakit tanamannya. Hal ini juga bisa diterapkan pada sistem hidroponik yang sebelumnya mengatasi dan mengendalikan hama menggunakan pestisida kimia yang dianggap berbahaya bagi Kesehatan manusia. Bahan-bahan alami untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman yang menyerang disebut pestisida nabati yang terbuat dari ekstrak daun-daunan dan buah yang alami dan tidak membahayakan kesehatan manusia.
Maka dari itu, sistem hidroponik dapat menghasilkan produk sayuran/buah organik jika menggunakan bahan-bahan alami (pestisida nabati) dalam mengatasi penyakit dan hama yang menyerang tanaman, penggunaan herbisida nabati dalam mengatasi gulma, dan menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.



