
Sumber Gambar: Abby Chung dari Pexels
Fungisida adalah jenis pestisida yang dibuat secara khusus dan digunakan untuk mengendalikan (membunuh, menghambat atau mencegah) jamur atau cendawan patogen penyebab penyakit. Fungisida yang paling banyak digunakan adalah fungisida berbentuk tepung dan cair. Dalam bidang pertanian, fungisida banyak digunakan untuk mengendalikan cendawan pada benih, bibit, batang, akar, daun, bunga dan buah.
Berdasarkan cara aplikasinya, fungisida dibedakan menjadi fungisida kontak dan sistemik. Fungisida sistemik adalah senyawa kimia yang apabila diaplikasikan ke tanaman akan bertranslokasi ke bagian tanaman lainnya. Umumnya aplikasi fungisida sistemik melalui tanah yang kemudian diabsorbsi oleh akar, atau berupa injeksi melalui batang tanaman. Fungisida sistemik bekerja dengan cara masuk ke dalam sistem pembuluh tanaman sehingga akan menyebabkan seluruh tanaman menjadi beracun bagi cendawan. Fungisida dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan berdasarkan bahannya, yaitu:
- Fungisida Sintetis/ Kimia: fungisida yang dibuat dari bahan-bahan kimia sintetis,
- Fungisida Alami/Organik/ Nabati: fungisida yang terbuat dari bahan-bahan alami yang banyak tersedia di alam. Beberapa senyawa alami/ organic yang dapat digunakan sebagai fungisida antara lain: kulit randu, minyak rosemary, minyak cengkeh, minyak pohon teh, minyak oregano, minyak jojoba dan lain sebagainya. Berdasarkan fungsinya atau fungsi kerjanya, fungisida dibedakan menjadi 3 golongan yaitu;
-Fungisidal adalah fungisida yang dapat membunuh cendawan dan menghambat pertumbuhan cendawan.
-Fungistatik adalah fungisida yang hanya dapat menghambat pertumbuhan cendawan.
-Genestatik adalah fungisida yang dapat mencegah terjadinya sporulasi pada cendawan.
Fungisida sistemik yang digunakan dalam jangka panjang akan berdampak terhadap kesehatan manusia. Beberapa dampak yang disebabkan oleh fungisida sistemik antara lain adalah iritasi pada kulit dan mata. Apabila terhirup dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan dan batuk. Beberapa jenis fungisida juga dapat menyebabkan gangguan pada penglihatan dan sistem saraf. Fungisida juga berkontribusi menyebabkan resistensi terhadap obat-obatan dengan potensi infeksi paru-paru dalam jangka panjang.
Nah, sekian penjelasan mengenai dampak fungisida sistemik terhadap kesehatan. Apabila sobat Tania menemukan masalah dengan hama, cendawan, atau penyakit tanaman, sobat Tania dapat mengakses Aplikasi Dokter Tania yang memiliki fitur identifikasi hama dan penyakit tanaman sehingga mempermudah dalam proses pengendalian hama tanaman. Selamat mencoba ya!



