
Sumber Gambar: null
- Aturan Pencampuran Penggunaan Pestisida mengenai aturan pencampuran dan penggunaan pestisida yang baik.
Aplikasi pestisida terhadap tanaman sebaiknya dilakukan secara efektif agar sesuai dengan kebutuhan serta dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas panen. Berikut adalah beberapa tips memilih pestisida yang tepat.
Tepat Sasaran
Pestisida yang digunakan sebaiknya sesuai dengan jenis OPT (organisme pengganggu tanaman) yang menyerang tanaman. Sebelum memilih pestisida, Sobat Tania sebaiknya melakukan pengamatan terhadap jenis hama apa yang menyerang tanaman. Berikut adalah beberapa jenis pestisida beserta OPT sasarannya: Insektisida: serangga hama
- Akarisida: hama golongan akarina/tungau
- Rodentisida: binatang pengerat/tikus
- Molluskisida: siput atau moluksa
- Nematisida: nematoda
- Fungisida: penyakit tanaman yang disebabkan oleh cendawan
- Bakterisida: penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri
- Herbisida: rumput liar atau gulma
Tepat Cara Kerja
Cara kerja pestisida antara lain secara sistemik, kontak, translaminar atau kombinasi. Misalnya, apabila tanaman terserang hama penggerek batang, sebaiknya gunakan insektisida sistemik yang dapat masuk ke jaringan tanaman. Contoh lainnya apabila tanaman terserang hama belalang atau ulat, kombinasi sistemik dan kontak akan lebih efektif untuk menanggulangi hama tersebut.
Tepat Mutu
Pestisida yang digunakan harus terdaftar dan diizinkan oleh Komisi Pestisida. Pestisida yang kadaluarsa, rusak, atau diduga palsu dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Pestisida yang diizinkan beredar di Indonesia kemasannya harus menggunakan bahasa Indonesia.
Tepat Waktu Penggunaan
Penggunaan pestisida yang tepat adalah saat OPT mencapai ambang pengendalian. Waktu dan kriteria yang tepat untuk aplikasi pestisida adalah di sore hari sekitar jam 4-5 sore dengan suhu udara dibawah 30 derajat Celcius dan kelembapan udara sekitar 50-80%.
Tepat Cara Penggunaan
Penggunaan dosis dan konsentrasi pestisida harus sesuai dengan rekomendasi anjuran. Apabila terlalu berlebihan akan meninggalkan reisdu yang membahayakan konsumen. Cara penggunaan pestisida juga tidak hanya disemprotkan, namun dapat juga dengan cara penyiraman, perendaman, penaburan, pengolesan dsb. Informasi mengenai dosis, konsentrasi, dan cara penggunaan dapat dilihat pada brosur dan label kemasan pestisida.
Apabila sobat Tania menemukan masalah dengan hama, cendawan, atau penyakit tanaman, sobat Tania dapat mengakses Aplikasi Dokter Tania yang memiliki fitur identifikasi hama dan penyakit tanaman sehingga mempermudah dalam proses pengendalian hama tanaman. Selamat mencoba ya!



