article-image

Sumber Gambar: Alexandro B from Getty Images

Baca Juga

Jawa Barat menjadi salah satu lumbung pertanian di Indonesia, termasuk pula Kabupaten Indramayu. Bagaimana sih peluang aktivitas pertanian di sana? Kabupaten Indramayu terletak di Provinsi Jawa Barat dengan luas wilayah 204.011 ha. Wilayah terbebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang di sebelah barat, Laut Jawa di bagian utara dan timur, serta Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cirebon di selatannya. Lahan di Indramayu terdiri dari tanah sawah irigasi (116.675 ha), tanah kering (87.336 ha), dan tanah sawah nonirigasi (92.795 ha). Letak Kabupaten Indramayu terbentang sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Hal ini menyebabkan suhu udara di Kabupaten Indramayu cukup tinggi, yaitu berkisar antara 22,9oC - 30oC. Topografi Kabupaten Indramayu terletak di dataran rendah. Tipe iklimnya termasuk tropis tipe D dengan karakteristik iklim antara lain :

  1. Suhu udara harian rata-rata berkisar antara 22,9oC - 30oC dengan suhu terendah 22oC dan suhu tertinggi 32oC.
  2. Kelembaban udara antara 70% - 80%.
  3. Curah hujan sepanjang tahun 2011 adalah 1.287 mm dengan 80 hari hujan.
  4. Curah hujan tertinggi sekitar 1287 mm dan jumlah hari hujan sebanyak 80 hari yang terjadi dikecamatan Sindang dan Pasekan sedangkan curah hujan terendah sekitar 538 mm dengan jumlah hari hujan 54 hari terjadi di kecamatan Patrol.
  5. Angin barat dan angin timur tertiup secara bergantian setiap 5-6 bulan sekali.

Dengan luas wilayah dan iklim demikian, Indramayu menjadi salah satu kabupaten dengan potensi pertanian yang tinggi. Luas lahan sawahnya mencapai 115.897 ha dan merupakan yang terluas di Provinsi Jawa Barat. Komoditas utama yang diproduksi oleh Kabupaten Indramayu adalah padi. Maka dari itu pula, Kabupaten Indramayu menjadi salah satu lumbung padi nasional, terutama untuk Jawa Barat.

Selain padi, Kabupaten Indramayu juga merupakan sentra penghasil minyak kayu putih se-Jawa Barat dengan luasan produksi 8000 ha. Kayu putih ditanam dengan sistem surjan bersama dengan tanaman padi. Sambil menunggu hasil dari tanaman kayu putih, petani menanam padi untuk kehidupan sehari-hari karena masa panennya lebih cepat.

Selain padi, petani Indramayu juga menanam tanaman pokok lain seperti jagung, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Penanaman tersebut sering kali juga diselingi dengan tanaman holtikultura seperti mentimun, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, dan semangka. Di tahun 2019 produksi padi mencapai 1.790.582,33 ton, jagung 735.51 ton, ubi kayu 6.500,54 ton, dan kedelai 40.20 ton. Sementara itu, hasil tanaman holtikultura di antaranya bawang merah 1.257,87 ton, cabai rawit 128.65 ton, jeruk siam 2.437 ton, serta mangga 752.442,59 ton.

Peluang tanaman holtikultura di Indramayu sejatinya dapat dikembangkan lagi. Saat ini petani masih berfokus pada produksi padi karena hasilnya lebih menjanjikan. Namun, dengan meningkatkan produksi tanaman holtikultura, pasokan komoditas nasional akan bertambah. Diversifikasi pendapatan petani juga semakin tinggi. Hal ini dapat diwujudkan dengan intervensi novasi teknologi yang berwawasan lingkungan. Pengelolaan kesuburan tanah perlu dilakukan melalui pemupukan berimbang dan teknologi ameliorasi dengan pemberian pupuk kandang, dolomit, dan biochat sisa tanaman (ampas daun kayu putih, sekam padi, batang jagung, dll).

Begitulah potensi pertanian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jika Sobat Tania tertarik untuk melakukan usaha tadi di sana, manfaatkan fitur-fitur panduan budidaya di Aplikasi Dokter Tania

Ingin tingkatkan panen? Download aplikasi Dokter Tania sekarang
Lihat Referensi