article-image

Sumber : https://tania-cms-image.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com/Event_2555743cdd.png

Minggu lalu, tepatnya pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2020, Neurafarm telah mengadakan event Tanya Tania 4.0 secara langsung di akun Instagram @neurafarmofficial bersama dengan narasumber dari @nudirafresh yaitu Kak Indra Bachtiar selaku General Manager di Nudira Fresh. Tema yang dibawakan pada acara tersebut adalah seputar bisnis budidaya tanaman tomat hidroponik mulai dari pemanenan hingga pemasaran. Pak Indra sudah berkecimpung dalam dunia hidroponik sejak 3 tahun yang lalu. Bersama Nudira Fresh, beliau mengembangkan usaha budidaya tomat ceri secara hidroponik.

Nudira Fresh yang terletak di kawasan Pangalengan, Jawa Barat, memiliki kebun yang dilengkapi dengan sebuah greenhouse seluas 3000 meter persegi dengan jumlah tanaman sekitar 9000 tanaman. Saat ini mereka berfokus pada tanaman buah-buahan seperti tomat ceri, tomat beef, melon dan lain-lain. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Nudira Fresh adalah greenhousenya telah dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban, sistem pengairan otomatis, serta sistem sirkulasi udara yang mumpuni. Berdasarkan pemaparan kak Indra, penggunaan greenhouse memberikan banyak keuntungan terutama karena dapat menghindarkan hama penyakit dan memanipulasi lingkungan sekitar agar sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tanaman.

Selain itu, penggunaan air jauh lebih hemat karena sistem penyiraman sudah bisa tepat menyasar ke daerah perakaran tanaman, penggunaan pupuk lebih hemat karena bisa langsung dicampurkan dalam saluran irigasi yang melewati jalur perakaran tanaman. Kemudian persebaran cahaya matahari menjadi lebih merata karena atap plastik UV sehingga tanaman bisa melakukan fotosintesis secara optimal dan tumbuhnya lebih seragam. Tentunya produktivitas akan jauh lebih besar dibandingkan menanam secara konvensional. Berdasarkan pengalaman, penggunaan greenhouse dapat memberikan produktivitas hingga 5 kali lipat. Tentunya pemilihan tanaman yang ditanam dalam greenhouse juga sangat berpengaruh. Biasanya dipilih tanaman yang memiliki nilai jual tinggi karena modal yang dibutuhkan cukup besar dibandingkan pertanian konvensional terutama pada biaya kebutuhan listrik.

Akan tetapi, terkait biaya tidak perlu berkecil hati. Kisaran biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah greenhouse bervariasi. Mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 2.000.000 per meter perseginya, kita sudah bisa membangun sebuah greenhouse yang sesuai dengan kebutuhan lahan dan penggunaan jenis bahan baku. Kak Indra menekankan bahwa pembuatan greenhouse ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing individu dan terlebih dahulu memiliki rencana bisnis yang cukup jelas. Produk dari greenhouse biasanya memiliki kualitas diatas rata-rata atau premium sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Tidak perlu khawatir apakah akan ada pembeli karena sejatinya permintaan produk (demand) bisa diciptakan. Akan tetapi untuk mengawali bisnis ini diperlukan produk yang unik. Aspek keunikan tersebut dapat dilihat dari berbagai kacamata contohnya rasa yang lebih manis, packaging yang menarik ataupun produk yang fisiknya minim kerusakan.

Kak Indra meyakinkan bahwa tidak perlu takut untuk memulai karena sampai sekarang Nudira Fresh sendiri juga masih terus mengembangkan usahanya. Dalam perjalanannya, banyak tantangan yang telah dihadapi antara lain serangan hama penyakit yang bisa berasal dari benih, sumber air hingga kebersihan tenaga kerja. Selain itu, semenjak pandemi terjadi, beberapa pembeli dari kalangan seperti perhotelan dan restoran mengalami penurunan drastis. Akan tetapi, di satu sisi pembeli dari kalangan retail dan e-commerce mengalami peningkatan. Kuncinya adalah dengan melakukan percobaan dan menjalin kolaborasi untuk mendapatkan pembeli yang sesuai. Oleh karena itu, Nudira Fresh sangat terbuka untuk saling berkolaborasi.

Menjelang berakhirnya sesi, kak Indra berpesan kepada seluruh pegiat pertanian khususnya para milenial yang ingin menjadi petani untuk tidak ragu menjalani peluang ini karena potensinya masih sangat luas. Selain itu, diharapkan juga untuk pemerintah dapat memberikan support yang optimal bagi milenial di bidang pertanian sehingga bisa menghasilkan produk-produk dengan kualitas terbaik.